Jumat, 12 Juni 2009

Pengertian PHP

Apa sih PHP itu ? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak rekan-rekan saat mendengar kata PHP. PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). Dengan PHP ini Anda dapat membuat beragam aplikasi berbasis web, mulai dari halaman web yang sederhana sampai aplikasi komplek yang membutuhkan koneksi ke database.

Sampai saat ini telah banyak database yang telah didukung oleh PHP dan kemungkinan akan terus bertambah. Database tersebut adalah :

  • dBase
  • DBM
  • FilePro
  • mSQL
  • MySQL
  • ODBC
  • Oracle
  • Postgres
  • Sybase
  • Velocis

Selain itu PHP juga mendukung koneksi dengan protokol IMAP, SNMP, NNTP dan POP3.


Yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP

Untuk dapat menjalankan PHP Anda membutuhkan sebuah web server. Anda yang pake Linux dapat menggunakan Apache ( www.apache.org )sebagai web servernya. Anda pemakai Windows 98 paling enak menggunakan Personal Web Server (sama2 produk Microsot, keuntungannya bisa sekalian buat belajar ASP). Web server Xitami ( www.imatix.com ) dapat digunakan apabila Anda menggunakan Windows NT.

Sedangkan PHP-nya sendiri dapat Anda download dari www.php.net. Perhatikan bahwa PHP yang Anda download sesuai dengan sistem operasi komputer Anda (Linux atau Windows).

Install PHP pada Windows 98

  1. Setelah Anda mendapatkan PHP dalam bentuk file zip, segera ekstrak dengan menggunakan WinZip atau pun WinRar.
  2. Ganti nama file php.ini-dist menjadi php.ini.
  3. Copy semua file tersebut (totalnya ada 10 file) ke directory Windows Anda (biasanya C:\Windows).

Langkah selanjutnya adalah mengganti setting pada registry Windows.

  1. Dari menu Start, pilih Run.
  2. Ketikkan regedit, klik OK.
  3. Buka cabang HKEY_CLASSES_ROOT.
  4. Buat key baru dengan cara klik kanan pada HKEY_CLASSES_ROOT, pilih New – Key.
  5. Beri nama key tersebut dengan .php3.
  6. Pada panel sebelah kanan klik 2x pada [Default] dan isi dengan php3file.
  7. Buat key baru lagi pada HKEY_CLASSES_ROOT.
  8. Beri nama key baru tersebut dengan php3file.
  9. Pada php3file, buat key baru dengan nama Shell.
  10. Pada php3file\Shell, buat key baru dengan nama Open.
  11. Pada php3file\Shell\Open, buat key baru dengan nama Command.
  12. Pada panel sebelah kanan klik2x pada [Default] dan isi dengan C:\Windows\php.exe.
  13. Buka key HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\
    Services\W3SVC\Parameters\Script Map.
  14. Pada panel sebelah kanan buat string value baru dengan cara klik kanan (pada panel sebelah kanan), pilih New – String Value.
  15. Beri nama dengan .php3.
  16. Klik 2x pada .php3 tersebut.
  17. Isi dengan C:\Windows\Php.exe.

Untuk mengecek apakah PHP Anda sudah terinstall dengan baik, tulis kode berikut ini dan simpan dengan nama test.php3.

Jika PHP sudah terinstall dengan baik maka saat file tersebut dibaca dari browser akan terlihat informasi mengenai PHP.


Menginstall PHP Triad

Selama ini Anda mungkin hanya mengenal Personal Web Server (PWS) sebagai web server untuk menjalankan PHP pada sistem operasi Windows 9x. Padahal selain PWS Anda juga bisa menggunakan Apache sebagai web servernya. Untuk menginstall Apache for Windows Anda dapat menggunakan PHP Triad yang merupakan “kumpulan” dari berbagai software yaitu:

  • PHP – 4.0.5
  • MySQL – 3.23.32 (database server)
  • Apache – 1.3.14 (web server)
  • PHPMyAdmin – 2.1.0 (untuk administrasi database)
  • Perl – nsPerl 5.005_03

Jadi dengan menginstall PHP Triad Anda dapat menggunakannya untuk belajar PHP, Perl dan database MySQL. Untuk menginstall PHP Triad caranya adalah sebagai berikut:

1 Download PHP Triad di http://www.phpgeek.com
2 Untuk memulai proses install, klik 2x pada file yang baru Anda download tersebut dan tunggu sampai proses install selesai.

4. Untuk mengecek Apache, klik shortcut Launch Site. Jika pada browser muncul tulisan “Welcome to PHPTriad for Windows … ” maka proses install yang Anda lakukan berhasil.
5. Untuk mengecek MySQL, klik Start MySQL dan PHPMyAdmin. Jika Anda melihat tulisan “Welcome to phpMyAdmin…” berarti proses install berhasil.
6. Sampai di sini proses intall telah selesai. Jika sewaktu-waktu Anda ingin mencoba script PHP dan database MySQL Anda harus menjalankan Apache dan MySQL terlebih dahulu.

tambahan :

Letakkan script PHP Anda di C:\apache\htdocs.




Istilah-istilah lainnya dalam PHP.

PHP adalah bahasa pemorgraman yang memungkinkan para web developer untuk
membuat aplikasi web yang dinamis dengan cepat. PHP merupakan singkatan
dari “PHP: Hypertext Preprocessor”. PHP ditulis dan diperkenalkan pertama kali
sekitar tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf melalui situsnya untuk mengetahui siapa
saja yang telah mengakses ringkasan online-nya.
PHP merupakan salah satu bahasa script yang terbilang baru dan tersedia secara
bebas dan masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. PHP dapat
diintegrasikan (embedded) ke dalam web server, atau dapat berperan sebagai
program CGI yang terpisah.
Karakteristik yang paling unggul dan paling kuat dalam PHP adalah lapisan
integrasi database (database integration layer). Database yang didukung PHP
adalah: Oracle, Adabas-D, Sybase, FilePro, mSQL, Velocis, MySQL, Informix,
Solid, dBase, ODBC, Unix dbm, dan PostgreSQL.

· Apa itu server side script? server side script adalah script yang hanya bisa bekerja pada server. contoh lain server side script adalah asp.

· Apa kepanjangan dari php? ada dua versi yaitu:
· PHP dari Personal Home Page
· PHP dari PHP : Hypertext Preprocessor

· PHP adalah Open Source software jadi kita bebas dan gratis menggunakannya, berbeda dengan asp yang punya microsoft.

Pengertian string:

String dalam PHP dibatasi oleh kutip ganda (“) atau kutip tunggal (‘).
Perbedaannya adalah bagaimana string tersebut diinterpretasikan. Jika string
dibatasi oleh kutip ganda, variabel di dalam string akan ditampilkan.

Karakter backslash:

Karakter backslash (\) di dalam string dengan kutip ganda dapat digunakan untuk
menuliskan karakter khusus (escape sequences).

Array:

Array dalam PHP dapat berupa indexed array (vektor) dan hash tables
(associative arrays). PHP juga mendukung array multidimensi.
Inisialisasi dan Penggunaan Array
// Membuat array sederhana secara eksplisit
$a[0] = "Buku";
$a[1] = "Pinsil";
$a[] = "Bolpen"; // secara implisit ditempatkan pada indeks
// (key) 3
$a[] = "Penghapus"; // secara implisit ditempatkan pada indeks
// (key) 4
echo "$a[0], $a[1], $a[2], $a[3]
";
// Membuat array asosiatif
$tanaman["pangan"] = "padi";
$tanaman["hias"] = "anggrek";
$tanaman["sayuran"] = "wortel";
echo "Contoh tanaman hias adalah {$tanaman["hias"]}
";
// Membuat array asosiatif spt di atas, namun caranya lebih
// sederhana
$tanaman = array("pangan" => "padi", "hias" => "anggrek",
"sayuran" => "wortel");
echo "Contoh tanaman sayuran adalah {$tanaman["sayuran"]}
";
// Membuat array multidimensi
$b[0][0] = "Nol Nol";
$b[0][1] = "Nol Satu";
echo "Nilai \$b[0][1] adalah {$b[0][1]}
";
// Membuat array asosiatif multidimensi
$kota["Jabar"][0] = "Bogor";
$kota["Jabar"][1] = "Bandung";
$kota["Jateng"][0] = "Semarang";
$kota["Jateng"][1] = "Solo";
echo "\$kota['Jabar'][1] = {$kota['Jabar'][1]}
";
?>

Objeck:

Object adalah sebuah tipe data yang dapat berupa sebuah bilangan, variabel, atau
bahkan sebuah fungsi.

Contoh nama variable:

$variabel1 = "Printer";
$variabel2 = "Epson";
echo "$variabel1, $variabel2";
$1variabel = 123; // nama variabel yang salah$_tes = "tes"; // benar, diawali oleh garis bawah$test_Ç = "tes2"; // benar, Ç adalah ASCII 128
?>

Variabel dapat diisi nilai maupun referensi. Ketika variabel diisi nilai, seluruh
nilai dari ekspresi asli diisikan ke variabel tujuan. Setelah diisi, variabel asli
bersifat independen, sehingga perubahan pada satu variabel tidak mempengaruhi
yang lain.

Ketika variabel diisi referensi, variabel baru merefer pada variabel asli.
Perubahan yang dibuat pada salah satu variabel akan berpengaruh pada variabel
satunya. Untuk mengisi dengan referensi, tambahkan tanda & pada nama
variabel.

Foreach:

Statement foreach adalah mekanisme yang baik untuk mengiterasi array. PHP
mendukung dua sintaks :

foreach (ekspresi_array as nama_variabel_nilai) statement
foreach (ekspresi_array as nama_variabel_kunci => nama_variabel_nilai)
statement.

Switch:

Statement switch menyederahanakan evaluasi banyak kondisi. Statement ini
sering digunakan untuk menggantikan statement if..elseif yang kompleks. Dalam
PHP, string dapat digunakan sebagai ekspresi switch.

Break dan Continue:

Statement break mengakhiri eksekusi struktur kontrol pada saat itu (statement
pengulangan atau switch). Statement continue hanya digunakan dalam
pengulangan. Statement continue menyebabkan PHP melewati sisa pengulangan
yang ada dan menuju ke awal iterasi selanjutny.

Include dan Require:

PHP menyediakan dua mekanisme untuk memasukkan file eksternal, yakni
include() dan require(). Statement include() adalah fungsi PHP reguler,
sedangkan require() adalah konstruksi bahasa khusus dan memiliki sejumlah
pembatasan dalam penggunaannya.
Fungsi include() dievaluasi setiap kali ditemukan dan dapat berada dalam
pengulangan atau statement kondisional. Ini berarti bahwa file dapat dimasukkan
secara kondisional atau kelompok file dapat dimasukkan dengan menggunakan
sebuah pengulangan. Fungsi include() juga membolehkan file target
menghasilkan nilai kembali (return value) dan menyimpan nilai tersebut dalam
sebuah variabel. Pemrosesan file dalam sebuah statement include() diakhiri jika
ditemukan statement return.
Statement require() berbeda dari statement include() dimana statement require()
tidak subject pada struktur kontrol apapun. Hal ini berarti file tidak dapat
dimasukkan secara kondisional dengan menggunakan require(). Statement akan
dieksekusi satu kali jika muncul di dalam sebuah penguangan atau bahkan jika
muncul di dalam sebuah statement kondisional yang hasil evaluasinya false.
Perbedaan lainnya adalah sebuah file dalam statement require() tidak akan
mengembalikan suatu nilai.

Fungsi:

PHP mendukung pembuatan fungsi yang didefinisikan oleh pengguna (userdefined functions). PHP mendukung fitur-fitur berikut: nama variabel fungsi,
jumlah variabel argumen, argumen default, argumen yang dikirimkan berdasarkan
nilai, dan argumen yang dikirimkan berdasarkan referensi.
Secara default, argumen dikirimkan berdasarkan nilai. Untuk mengirimkan nilai
berdasarkan referensi, awali nama variabel dengan tanda &. Ketika menggunakan
argumen default, semua argumen default harus berada di kanan semua argumen
non-default. Fungsi func_num_arg(), func_get_arg(), dan func_get_args()
tersedia untuk mendapatkan informasi tentang argumen yang dikirimkan.

Contoh Fungsi yang Didefinisikan Pengguna:

// sebuah fungsi sederhanafunction tambah ($a, $b)
{
return $a + $b;
}
// dikirimkan berdasarkan referensi
function tambahstring (&$stringawal, $stringtambahan)
{
// karena dikirimkan berdasarkan referensi, nilai// $stringawal akan berubah diluar skup fungsi ini
$stringawal .= $stringtambahan;
}
// nilai default
/*

Fungsi ini dapat dipanggil dengan :

cetaktag("href", "text");
atau
cetaktag("href", "text", "target");
*/
function cetaktag($href, $text, $targ = "")
{
if ($targ == "")
{
echo "a href=\"$href\">$text";
}
else
{
echo "a href=\"$href\" target=\"$targ\">$text";
}
}
// daftar argumen
function cetaksemua()
{
$jumarg = func_num_args();
for ($indeks = 0; $indeks < $jumarg; $indeks++) { $nilaiarg = func_get_arg($indeks); echo "Argumen $indeks: $nilaiarg "; } } echo ( "tambah(3, 5) : " . tambah(3,5) . " "); $kalimat = "Saya sedang"; tambahstring($kalimat, "belajar PHP"); echo "$kalimat "; cetaktag("contoh10.php", "Tampilkan Contoh 10 lagi"); echo " "; cetaktag("contoh10.php", "Tampilkan Contoh 10 lagi, dalam window baru", "_blank"); echo " "; echo "Panggil cetaksemua(1,2,3,4,5) : "; cetaksemua(1,2,3,4,5); ?>

Sejarah PHP

Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page ( Situs Personal ). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI( Form Interpreted ), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi obyek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.


Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain

  • Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
  • Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan configurasi yang relatif mudah.
  • Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis-milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
  • Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
  • PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin ( Linux, Unix, Macintosh, Windows ) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

Contoh program yang lebih kompleks

Berikut ini adalah contoh program yang relatif lebih kompleks yang ditulis dengan menggunakan PHP. Contoh program ini adalah program untuk menampilkan barisan bilangan Fibonacci.




Tipe Data

PHP memiliki 9 (sembilan) tipe data yaitu :

1. Integer

2. Double

3. Boolean

4. String

5. Object

6. Array

7. Null

8. Nill

9. Resource



Rabu, 06 Mei 2009

Pengantar Teknologi Informasi

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi
yang digunakan untuk mengolah data,
termasuk memproses, mendapatkan,
menyusun, menyimpan, memanipulasi data
dalam berbagai cara untuk menghasilkan
informasi yang berkualitas, yaitu informasi
yang re levan, akurat dan tepat waktu, yang
digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,
dan pemerintahan dan merupakan informasi
yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat
komputer untuk mengolah data, sistem
jaringan untuk menghubungkan satu
komputer dengan komputer yang lainnya